Permulaan

kulihat dalam mataku memandangmu, sebuah keberhasilan segala doa serta harapanmu terwujud. kutenangkan hatiku bahwa ini adalah permulaan yang berat. karena sepertinya aku masih belum siap untuk jauh dari kamu, membiasakan diriku untuk kemanapun sendirian. aku menyadari bahwa tak ada satu orangpun yang kudengar bunyi sepeda motor itu datang untuk mengajakku ke tempat makan favorit kita yang begitu sederhana itu, atau sekedar ada notif pesan " aku minta maaf yaa , nanti aku kerumah ayo kita keluar kita makan bersama " atau " ayo keluar temani aku buat cari barang abis itu kita jalan - jalan " begitulah ujarmu menenangkan amarahku ketika kita berjarak selisih pendapat. begitulah aku, yang tak pernah menghubungi kamu ketika kamu sedang merendam amarah dan kesal yang kamu rasa. kamu meredam seiring waktu menenangkan diri katamu , dan luruh disebuah tempat makan yang bahkan pemiliknya sudah paham dengan kita. apapun kondisi nya terkadang perasaan bahagia yang dirasa atau amarah yang terjadi pada kita bisa sekejap selesai dihari dan tempat yang sama. bahkan sebuah hal yang sederhana kala itu , kita rayakan bersama. sampai akhirnya tempat itu tak lagi kita kunjungi karna jarak yang mulai memisahkan cerita kita , pertemuan yang rasanya sangat berharga walau hanya bertemu 1 tahun sekali saja. terlalu banyak memori tentangmu disana walau kita masih bersamamu tapi entah tak tau terasa sunyi kurasa. 

Komentar