Awalnya kurasa tak ada yang aneh, semua berjalan mulus tanpa berpikir akan ada duri yang mulai menusuk setiap langkah. tanpa kusadari 3 bulan berjalan mulus kamu membohongi aku dan semua orang. dibalik topeng wajah yang teduh itu ternyata kata kejam itu mungkin tak terlihat padamu. ya benar, sangkin sempurna nya bahkan nyaris saja sempurna karna tertutup perlakuan cinta palsumu. benar kata orang bahwa jangan ragukan firasat perempuan, entah aku tak tau seperti ada koneksi batin denganmu dan tak hanya terjadi sesekali bahkan berulang kali . seperti sebuah sinyal yang dikirimkan tapi aku tak tau dari mana , dari sini aku merasakan begitu sayang nya tuhan padaku. entah sudah berapa kali tuhan ingin menyelamatkan aku dari boom perisau ini. namun hanya aku saja yang sepertinya menutup mata , hati dan telinga untuk mendengar bisikan setan yang padahal itu ternyata sebuah pertanda untuk membuat aku selamat dari bahaya yang tak kusangka bahaya itu diberikan oleh orang yang sangat amat kucinta. lelaki yang punya postur tubuh tinggi , rambut lurus berikal, yang kerap menggoyangkan kaki nya tanpa sadar tiap kali ia sedang berbincang. begitulah kiranya ciri khas yang ku tau darinya. entah perihal waktu yang bisa merubah segala nya dengan sekejap , seperti sebuah magic yang tak kusangka membawa petaka sialnya. begitu sabarnya aku menanti kepulangan kamu , dengan segala janji manis yang terucap itu seperti angin belaka . dulu aku sangat berharap sebuah buket karangan bunga biru itu akan kamu beri sebagai bentuk apresiasi wisudaku . namun ternyata aku salah , justru aku yang mendapatkan kejutan. hahhaha ternyata lucu juga ya kamu , bukan menjadi sebuah pelawak ternyata akulah badutnya. mungkin kalau boneka cumi itu tak kutemukan untuk wanita jahat itu, mungkin nyaris saja muslihatmu takkan terlihat. begitu inginnya kamu untuk memutar fakta bahwa akulah yang menjadi perisau . kenapa laki - laki ini begitu berubah tak sama seperti yang kujumpai dibangku putih abu itu ? mengeluhkan slalu tak punya uang , sangkin aku pedulinya dengan mu disana ternyata dia pakai uangku untuk membuat wanita lain bahagia. sedangkan aku? tolong jangan tanyakan bagaimana diriku saat itu . seperti orang bodoh menanti sebuah buket bunga yang katanya spesial itu untuk diberikan padaku , padahal harusnya aku bisa saja belikan itu sendiri . huh , ternyata dimulai dari sini perisaunya .
Komentar
Posting Komentar