setelah jarak yang membentang berapa ribu kilo meter , terpisah dengan kota , aku terpaksa membiasakan semuanya untuk sendiri, atau lebih tepat nya adalah memendam semua laraku. kamu tau hidupku jauh lebih berat dijalani semuanya setelah tanpamu , padahal kita belum berpisah saat itu tapi sudah belajar untuk terbiasa seperti halnya menjalani kehidupan sebelum adanya kamu dan kita berdua. yang semula kemana - mana berdua , mau jajan , atau sekedar mencari angin diatas motor hitammu kala itu . aku mulai merasakan rindu teramat dalam denganmu , dan tentang kebiasaan keseharian kita tepatnya. biasanya aku bisa langsung menghubungimu untuk menjemputku setelah aku bekerja, begitu sayangnya kamu denganku untuk mendampingiku mencari uang tak peduli siang atau malam bahkan hujan sederas apapun akan rela kamu tempuh. kamu tau ? saat itu aku merasa sangat dicintai dan dirayakan olehmu. begitupun juga aku yang begitu sangat menjaga kepercayaanmu , menjaga hubungan kita untuk tetap saling mencintai. kurasa kalaupun diceritakan pada seisi dunia , semua orang pasti tau hebatnya kita mencintai dalam tahap bertahun itu, entah sudah berapa kali beberapa orang untuk menghancurkan semua rencana. ujian segala yang menerpa juga berhasil kita tempuh bersama, aku pikir kita adalah pemenang nya menuju masa tua bersama seperti ucapan chat whatsApp mu kepadaku . kamu yang teramat ingin menikmati secangkir kopi berdua disebuah rumah didepan teras kita , melihat tawa canda generasi kita dan masih banyak harapan baik yang berharap tuhan akan mengabulkan keinginan sederhana kita dulu. tapi ternyata salah, justru kamu lupa dengan harapan dan bayangan yang telah kamu ciptakan sendiri itu. berulangkali aku mengingatkan kamu , mencoba menarik tali agar kamu tak terlepas kejalan yang salah dan melupakan kita . segitu berjuangnya aku terhadapmu dengan segala mimpi kita kala itu..
Komentar
Posting Komentar