Langsung ke konten utama
Sahabat Akhir Tahun Till Jannah
setelah kuceritakan soal A3, aku juga ingin menceritakan
perihal sahabat perempuan yang kukenal juga tak sengaja diakhir tahun kala itu
. aku merasa seperti ada sebuah koneksi yang begitu erat dengan kami . mungkin
bisa jadi karna kami menemukan banyak kesamaan , mulai tanggal lahir yang cuma
beda satu bulan ditahun yang sama , kisah percintaan yang juga sama - sama
sedang menunggu seseorang untuk pulang kampung dari tanah rantau , dan bahkan
selera yang sama . mungkin maksudku mulai dari selera kuliner , selera jalan -
jalan , bahkan selera humor dan gosip " ups " hehe. aku menilai
dirinya sangat pandai menjaga semua rahasia, dia ada untuk segala kondisi yang
aku alami. entah kondisiku sedang emosional atau dalam keadaan ga stabil
sekalipun. bahkan aku ingat betul bagaimana dia slalu siap sedia untuk
meluangkan waktunya untuk mendengar semua keluh kesah ceritaku. " aku
disini buat kamu , kamu bisa cerita apapun , kapanpun kamu butuh bantuan aku
siap " mungkin ringkas seperti itulah sebuah ucapan konsisten yang dia ungkap
setiap aku rapuh . oh ya satu lagi , mungkin ada kesamaan lain , kami berdua
sama - sama suka nangis . ga tau deh nangis dalam keadaan sedih atau keadaan
lagi haru . terus ada ga sih orang yang ikut nangis padahal bukan dia yang
punya masalah , kurasa dialah orangnya . mata sampe sembab banget , aku ingat
gimana dia slalu mengkhawatirkan keadaanku kala itu , pernah suatu waktu aku
keluar kota yang butuh waktu 7 - 8 jam naik kereta malam dengan konotasi bahaya
untuk perempuan pergi sendiri justru dia yang ikut ga tidur ? betul dia lagi
orangnya . dia slalu bilang " gimana ? amankan ? ga ada yang jahat kan ?
kamu ga apa apa kan ? kabarin aku terus ya " seperti itulah tanda seorang
sahabatku. lalu bagaimana denganku ?
begitupun aku juga yang sangat menyayangi dirinya sebagai sahabatku. aku tak
ingin dia mengalami hal yang sama tentang rasa sakitku , rasa kecewaku , rasa
kehilangan arah , semoga tuhan selalu membuat dia bahagia bersama pasangannya
dan tidak akan pernah merasakan seperti apa pahit yang kurasa. semoga tuhan slalu menjaga pertemanan kami walau tak dipungkiri mungkin rasa amarah , rasa kesal juga kadang menyelimuti persahabatan ini mungkin kurasa itu adalah bumbu manis terciptanya persahabatan abadi . semoga tuhan melangkitkan segala hal baik untuk kita slamanya yaa Aamiin
Komentar
Posting Komentar