Selamat Berkelana

 Aku pernah membaca sebuah quates perihal selesainya cerita sepasang kekasih dulunya , yang menurutku itu memang fakta adanya yang bisa membuatku tersentak terdiam entah apa sebab dan perihal alasannya.
" jika masa cerita kamu habis dengan dia , mau satu kotapun kamu ga akan pernah bertemu kembali ". 
aku mencoba menelaah , apakah kata - kata ini adalah sebuah pernyataan salah ? sedikit denail memang. aku mencoba belajar memahami kehendak takdir, entah siapa pembuat skenario takdir yang berjalan ini. setelah pertemuan terakhir itu, setidaknya aku mendapatkan sebuah kelegaan hati walau hanya sementara. setelah sekian lamanya bertahun - tahun  ku simpulkan , aku sedikit beruntung dan bersyukur setelah tak lagi bersama kamu meneruskan perjalanan panjang selanjutnya, sebagai pendamping katamu. semanis itu bukan ? hebatnya kamu memang seperti itu tuturmu dengan segala janji yang diucapkan. sampai detik ini akupun masih tak menyangka begitu nyaris sempurna kamu menghancurkanku dan segala rencana kita. tidak ! tidaaaakkkk !! aku salah !! mungkin hanya rencanaku saja , kamu nya tak sejalan. aku sudah terlalu banyak terbuai dan hanyut dalam permainan janji yang kamu perankan nyaris sempurna itu , i'm done :') 
selamat berkelana wahai tuan , selamat kamu berhasil meruntuhkan semua wahai tuan kaisar ..
pertemuan terakhir itu aku sudah mencoba untuk selesai , namun tak ku sangka setelah hebatnya kamu menghancurkan segalanya dengan mudahnya kamu masih mengingat detail tentangku, dan tentang kita. sederhana nya seperti saat ketika malam aku lupa membawa kunci rumah , aku harus memanjat pagar hitam didepan rumahku yang berada dipinggir jalan itu. ku kesampingkan rasa malu karna sorot mata tajam dan setiap lampu kendaraan yang lewat heran menatapku hanya demi aku bisa melompat masuk kedalam rumah. kamu yang masih mengingat pernah menompangku untuk berdiri mencapai pagar itu dengan penuh girangnya tertawa lepas kala itu. sunguh , bahkan aku pun sudah benar - benar lupa kenangan kecil itu. tapi kamu ? kamu masih bisa mengingat sedetail itu cerita lampau yang lucu itu , dan kamu masih bisa tertawa dengan lepasnya. 
" ayo bawa kunci rumah ga ? nanti kamu ga bisa masuk sampe harus manjat pagar " guraumu.
" oh masih ingat ? aku pikir kamu sudah lupa ! " jawabku sedikit kesal
" masih dong , HAHAHAHA " 
namun semua nya harus selesai disini dan cukup sampai disini...
aku sedikit kagum dengan keberanianmu yang mengusahakan pertemuan terakhir kita kala itu, walaupun sebenarnya aku sudah sangat tidak menginginkan untuk kita tak bertemu dimanapun kembali.


Komentar