aku menaruh kekecewaan yang berat terhadap beberapa orang, tak sangka mereka akan masuk kedalam beberapa list nama yang akan ku cut off, atau istilahnya adalah aku sudah tak ingin menjalin komunikasi dalam bentuk apapun. entah mengapa mereka seketika menjadi orang yang jahat menikamku dengan sadar. mungkin lebih tepatnya munafik dan kejam sebab aku sudah menaruh rasa percaya yang mendalam, berharap mereka bukan termasuk orang yang berkhianat perihal kepercayaan yang sudah kuberikan. tapi ternyata aku salah, kali ini aku juga kalah perihal pertemanan. melihat pisau berkali kali menusuk dengan tajamnya kedalam bola mataku kala melihat beberapa orang dalam sebuah potret yang diunggah di sosial media seolah mengolok, seolah mencaci maki harga diri yang kupunya. menginjak kepercayaan yang seperti sesuatu yang tak berharga sama sekali untuk mereka. padahal nyatanya seharusnya ia tau bahwa sekelompok orang itu tak ada dimasa susahnya, dimasa sakitnya, dan masa - masa sengsara lainnya. aku bukan nya tak ikhlas untuk menerima keadaan yang ada tapi aku benar - benar dibuang layaknya sampah yang tak diperlukan kembali kehadirannya. aku melihat diriku yang diperlakukan tak berharga , tak dianggap sebagai bagian perjalanan panjang meraih masa emasnya diganti dengan gampangnya, dilupakan dengan mudahnya tanpa sedikitpun serpihan kesan yang baik didalamnya. disaat hubungan berantakan itu bukannya kamu mencoba untuk memperbaiki tapi kamu sibuk mencari bunga baru dan menjadi seorang pahlawan untuk juga mencari kesatria pendamping untuk orang yang tak ada dimasa bawahmu. semua tak sejalan , semua tak seirama , berbelit bagai benang kusut yang memang sudah seharunya untuk digunting namun sudah tak harus disambungkan kembali. kamu selesai , kita berpisah, pertemanan hancur. kurasa puaskan egomu menghancurkan segalanya bukan? ini yang kamu mau? semoga karma akan terus menetap bersama langkah kaki dan orang yang bersamamu itu.
Komentar
Posting Komentar