Minoritas Empati

kenapa hidup didunia ini harus berdampingan dengan manusia minoritas empati? apa alasannya ? bukankah manusia didunia ini diciptakan dengan hati yang lembut bernama nurani ? dan sekian lama merenungi benar kembali ke awal karna minoritas empati yang dipunyai manusia , tak semuanya dipakai dengan seharusnya . padahal dengan adanya empati dalam hatimu bukankah itu melatih tuturmu untuk menahan menanyakan suatu hal yang kadang tanpa sadar menyakiti orang yang menerimanya? setelah ditelaah ternyata bukan sedikit berkat lah sembilah tajam dari mulutmu menusuk tajam kearah hati yang tak punya salah padamu . kejam memang , yang menerima tak berhenti bertanya apa salahnya ? bahkan interaksipun tidak seolah kena getah busuknya . sebegitu tidak takutkah kamu terhadap apa yang kamu lontarkan ? bagaimana jika ia mengadukan semuanya kelangit ? apakah kamu tau sederas apa airmata yang menerima itu menahan sakitnya sampai tak sanggup untuk menyampaikannya ? berhati - hatilah dalam setiap tindakan terutama ucapanmu , sampai matipun karna sembilah mulut tajam yang mengenai orang tak bersalah itu bisa saja tuhan mengabulkan doa yang dilangitkan tanpa kamu ketahui . entah balasan seperti apa yang diterima nanti , para ulama pun sudah memberi tau bahwa kejam balasannya yang katanya " perih " berbalik kepada tuannya . balasan itu akan tetap ada dimanapun kamu , mungkin juga dapat kamu hindarkan, tapi perihal waktu tak ada yang tau . 

Komentar